Teknologi baru membuat orang dapat menikmati banyak kemudahan dalam tiap kegiatan. Inovasi-inovasi terus muncul untuk memecah hambatan dan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah financial technology (fintech). Istilah ini tak asing bagi masyarakat Indonesia, dari masyarakat lapisan atas sampai lapisan bawah untuk tujuan bisnis, pembayaran, dan sebagainya.

Apa itu fintech?

Menurut laman investopedia.com, fintech adalah teknologi baru yang mencoba meningkatkan dan mengotomatiskan pengiriman dan penggunaan layanan keuangan.

Cakupan dari fintech sangat luas, seperti pengiriman atau transfer uang, peminjaman, cryptocurrency, investasi, dan lain-lain. Semua ini dilakukan lewat aplikasi atau software yang ada dalam gawai.

Sistem yang ditawarkan perusahaan fintech berbeda pada perbankan konvensional. Karena dikerjakan dengan bantuan AI dan machine learning, tentu ada perbedaan terhadap layanan.

Biasanya, perbankan menyediakan customer service manusia untuk melayani dan menemui konsumen, sebaliknya fintech boleh dikatakan diperbantukan mesin dan kemandirian dari penggunanya.

Alhasil, cara operasi fintech menjadi lebih fleksibel. Di Indonesia, perusahaan-perusahaan fintech ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski terdengar baru, fintech sudah mengalami perkembangan pada era 1990-an mengikuti kemunculan model bisnis internet dan e-commerce. Fintech mengalami kemajuan besar satu dekade kemudian sampai sekarang.

Manfaat Fintech

Setelah mengetahui keragaman fintech, sekarang mari membahas manfaat fintech kepada masyarakat.

Kamu barangkali sudah mendengar banyak di artikel-artikel lain tentang manfaat fintech. Tulisan kali ini mengelaborasi dan menampilkan sisi manfaat praktis fintech.

Berikut ini 3 manfaat fintech untuk masyarakat.

1. Memudahkan orang untuk memulai usaha

Modal adalah pokok utama yang dipikrikan ketika ingin membangun usaha. Dulu, orang memperoleh modal usaha melalui pinjaman di bank atau koperasi.

Model pembiayaan terhadap pelaku usaha terutama UMKM dapat ditemukan dalam fintech atau dikenal dengan crowdfunding.

Bedanya adalah akses mudah ke keuangan mikro dari pinjaman digital. Masyarakat dapat mengajukan pinjaman dengan suku bunga kompetitif dibanding perbankan.

Nominal dan pinjaman juga tak harus besar sehingga membuat kamu menjadi kepikiran dan terbebani untuk mencari jalan melunasi cicilannya. Syarat dan pengajuan modal di perusahaan fintech terbilang mudah dan cepat.

Selain crowdfunding, pembiayaan alternatif juga dapat diperoleh dari sistem peer-to-peer (P2P) lending. Bahkan pinjaman yang diajukan dapat di bawah Rp5 juta sehingga bisa untuk memulai usaha kecil terlebih dahulu.

Pada intinya, dengan akses pendanaan yang cepat dan kompetitif, maka akan semakin banyak orang berminat untuk berwirausaha.

2. Transfer uang dan pembayaran menjadi praktis

Transfer uang lewat aplikasi dompet digital adalah manfaat lain dari fintech. Mungkin kamu sering melakukannya dengan menggunakan pelbagai platform dari perusahaan digital, seperti OVO, Jenius, Gojek, dan sebagainya.

Cara kerjanya menjadi praktis dan cepat dalam hitungan kurang dari semenit. Kamu tak perlu lagi mencari mesin ATM apalagi harus ke kantor pos untuk menggunakan wesel untuk mengirimkan uang ke keluarga atau sanak saudara di kampung halaman.

Bahkan layanannya semakin meluas bisa untuk membayar iuran asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran listrik, telepon, pengisian pulsa hanya dalam satu aplikasi.

Aplikasi GoPay
Aplikasi GoPay. (Foto: Tabloid Bintang)

3. Pendapatan bisa bertambah lebih cepat

Seperti yang dijelaskan di awal, fintech memiliki manfaat untuk membangun usaha dengan akses yang mudah ke pembiayaan.

Ketika kamu sudah menjalankan usaha, tentu kamu berharap mendapatkan laba berkali lipat. Keuntungan seperti ini adalah bagian dari inklusi keuangan.

Dengan terhubung ke dunia digital, perputaran roda usaha dan transaksi penjual dan pembeli menjadi lebih cepat.

Fintech membuat pembukuan menjadi lebih detil dan akurat, selain itu kamu dapat memperoleh pendapatan lebih banyak karena kecepatan transaksi.

Secara keseluruhan, kesejahteraan masyarakat dapat mengalami peningkatan. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19, semua orang mulai mencoba rezeki dengan menjadi pedagang di e-commerce.

Selanjutnya, kamu dapat menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Baca juga: Sopir Uber Jadi Karyawan Tetap, Mungkinkah Diikuti Ojol di Indonesia?

Itulah 3 manfaat fintech bagi masyarakat. Pada dasarnya, kehadiran teknologi baru memberi banyak peluang dari model perekonomian tradisional.

Era teknologi baru tak selalu berarti disrupsi atau gangguan selama orang mampu menemukan peluang dan mampu beradaptasi.

Tentu, semua ini akan semakin lengkap dengan menambah literasi keuangan dan kewaspadaan untuk mengecek platform yang memberikan keamanan transaksi dan data pribadi.

Perusahaan-perusahaan fintech resmi dapat kamu temukan melalui laman OJK yang akan selalu diperbarui. Untuk data fintech lending terdaftar dan berizin di OJK dapat dilihat melalui link ini.

Baca juga: Tips Aman Cari Jodoh di Aplikasi Kencan agar Terhindar dari Kejahatan