Penemuan lampu buatan dari arus listrik merupakan berkah untuk kehidupan modern. Suasana kota saat gelap malam menjadi cerah. Cahaya lampu dapat membantu pengendara di jalan raya.

Di balik manfaatnya, penerangan ternyata perlu diatur supaya tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan dan keselamatan. Bila pancaran cahaya terlalu berlebihan, itu dikategorikan sebagai pencemaran cahaya atau polusi cahaya.

Mungkin hal ini terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Biasanya, semakin terang lampu maka semakin indah suatu tempat.

Menaikkan tingkat penerangan pun sering dijadikan pilihan untuk menghindari pejalan kaki dari ancaman aksi kriminal. Penerangan di sekitara rumah pun dianggap dapat mencegah peluang maling beraksi.

Namun, seperti yang telah dikemukakan, intensitas cahaya perlu diatur supaya tingkat pencahayaan tidak menjadi berlebihan supaya tidak menjadi polusi cahaya.

Apalagi bila cahaya penerangan di pinggir jalan ternyata sampai menembus area kamar seseorang yang mengurangi kenyamanan pemilik rumah.

Baca juga: Ad Hominem dan Bothsidesism, Kekeliruan Argumen yang Mesti Dihindari

Lalu, apa itu polusi cahaya? Mengutip laman globeaatnight.org, polusi cahaya adalah intensitas cahaya tiruan yang berlebihan, salah arah, atau obtrusif yang biasanya ada di luar ruangan.

Dampak dari polusi cahaya bisa mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia. Kenapa bisa demikian? Makhluk hidup sudah terbiasa hidup dengan ritme alamiah antara siang dan malam.

Adanya cahaya buatan terang benderang bisa membuat masalah adaptasi hewan liar di malam hari, laporan DW. Sebagai contoh, burung kembara akan kehilangan orientasi.

Anak penyu yang baru menetas akan mengarah ke daratan yang terang bukannya menuju laut. Serangga yang terbiasa berorientasi pada sinar bulan harus bergerak mengikuti lampu jalanan yang membuatnya mati kelelahan.

Lampu buatan menerangi kota
Lampu buatan menerangi kota. (Foto oleh Kostiantyn Stupak dari Pexels)

Baca juga: Jalan Tengah Sebelum Revisi UU ITE Dibawa ke Parlemen

Sementara bagi manusia, cahaya berlebihan akan mempengaruhi produksi melatonin. Ini berakibat pada gangguan tidur orang-orang dan masalah kesehatan lainnya seperti sakit kepala, kelelahan atau stres.

Polusi cahaya tidak saja mengganggu ritme hidup manusia, melainkan juga penelitian astronomi. Para astronom biasa melakukan penelitian dengan mengamati cahaya bintang-bintang di langit. Supaya pengamatan akurat, mereka sangat memerlukan langit gelap.

Sedangkan adanya penerangan buatan membuat pantulan cahaya dari tanah tersebar bersama debu dan molekul gas di atmosfer. Ini disebut sebagai sky glow. Pengamatan mereka akhirnya terhalang dan tidak sempurna.

Polusi cahaya umum ditemukan di jalan raya yang memasang papan iklan videotron. Ancamannya bila intesitas cahaya berlebihan akan mempengaruhi keselamatan pengendara.

Pandangan pengendara terhalang silau cahaya yang membuat konsentrasi berkendara terganggu di jalan raya.

Jakarta sudah memiliki regulasi tata cara pemasangan reklame elektronik dalam Pergub 148/2017. Dalam pasal 9 poin d.4 disebutkan bahwa, “Tingkat pencahayaan reklame tidak mengganggu pandangan pengguna jalan/pengendara dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Pencahayaan videotron dapat mencapai 10 ribu candela (intensitas cahaya dalam suatu arah dari sumber yang memancarkan radiasi monokromatik), mengutip CNNIndonesia. Biasanya, videotron memakai lampu LED karena tahan lama jam pemakaian.

Pencahayaan di tempat kerja

Di dunia kerja, intensitas cahaya diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi kesalahan kerja. Pengaturan intensitas cahaya diatur dalam Permenaker 5/2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Pada pasal 18 Permenaker 5/2018 disebutkan pencahayaan buatan dapat digunakan apabila pencahayaan alami tidak memenuhi standar intensitas cahaya. Pencahayaan buatan tidak boleh menyebabkan panas yang berlebihan atau mengganggu KUDR.

Nilai ambang batas (NAB) pencahayaan berbeda-beda untuk jenis dan area kerja. Misalnya, pekerjaan membedakan barang kasar, tingkat pencahayaannya 50, sementara pekerjaan membeda-bedakan barang-barang kecil agak teliti, tingkat pencahayaannya 200.

Solusi polusi cahaya

Mengutip paparan International Astronomical Union, salah satu solusi untuk meminimalkan cahaya berlebihan ke langit malam yang menghalangi astronomi adalah melakukan penudungan.

Maksudnya, pancaran dari bola lampu sebisa mungkin diarahkan ke permukaan tanah. Selebihnya adalah mengurangi penggunaan penerangan buatan jika tidak dibutuhkan untuk mengurangi energi yang terbuang percuma.

Kemudian, lakukan penanaman pohon untuk mengurangi efek pantulan sekunder yang memblokir cahaya. Bola lampu yang disarankan adalah cahaya amber (kuning), bukan putih.

Pencahayaan baik dan buruk
Pencahayaan baik dan buruk. (Dok. paparan International Astronomical Union)

Baca juga: Gaji Guru Honorer Hanya Rp700.000, Solusi Kesejahteraan Dinantikan