Lima hari setelah Young Lex merilis lagu ‘Makan Bang’, DPP Partai Demokrat melantik Andika, eks vokalis Kangen Band, sebagai Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya DPD Lampung. Satu kata: Selamat Pak Andika!

Dilansir dari laman kompas.com (21/3), Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto mengatakan, penyusunan struktur didasarkan kepada kapasitas, kapabilitas, serta kompetensi personifikasi calon pengurus. Ditambah lagi, Andika juga mempunyai loyalitas dan pandangan yang sama dengan perjuangan Partai Demokrat.

Pilihan yang sangat tepat guna. Sesuai dengan makna demokrasi, siapapun tanpa memandang kelas dapat mengambil bagian dalam catur politik negeri ini. Demokrasi datang dari rakyat, masuk partai merupakan hak politik rakyat.

Partai Demokrat juga membuktikan bahwa menjadi seorang pejabat bukanlah sebuah mitos atau isapan jempol belaka. Siapapun berhak selama kodratnya terlahir sebagai manusia Indonesia.

From Zero to Hero. Bersama Kangen Band dengan lantunan nada yang syahdu dan menyayat, namanya terangkat ke atas sampai dikenal luas oleh masyarakat.

Sekali lagi selamat datang Pak Andika sewaktu demokrasi kita tengah bablas tanpa tujuan yang terang dan jelas, yang membuat nadiku berhenti. Banyak suara absurd, tapi minim kerja dan hasil yang cemerlang. Berbeda dengan Pak Andika. Sepak terjang Anda dalam belantika musik Indonesia sudah tidak perlu lagi dipertanyakan.

Bapak datang pada momentum yang tepat. Negara kita benar-benar membutuhkan keheningan meskipun itu hanya sehari. Sebabnya setiap hari, lelucon sampah yang maksudnya justru untuk merendahkan harkat dan martabat manusia terus berkeliaran di linimasa media sosial.

Setelah berita pelantikan tersebar luas, nyaris netizen kehilangan jari di atas gawai. Tidak ada yang perlu, pantas, dan dapat terkatakan untuk menceritakan ini semua. Di luar sana, mahasiswa tidak melakukan demo dan unjuk rasa, nilai tukar rupiah terpantau stabil. Kesimpulannya, meskipun sama-sama kontroversial Pak Andika ternyata, dapat disimpulkan, lebih jawara dari Soeharto.

Kami menyambutmu dengan tawa ria, tidak dengan jantung yang berdebar-debar. Yakinlah, tidak ada satupun rakyat yang menghendaki agar jabatan prestisius Bapak dilepaskan. Bahkan, jika memungkinkan, kami menantimu sebagai anggota DPRD, Bupati, Walikota, Gubernur atau bahkan menjadi Presiden Republik Indonesia.

Tentu di balik tingginya popularitas Pak Andika, terdapat pihak-pihak seberang yang berang dan marah. Inilah politik, apapun disenggol dan dipelintir. Muncul dugaan, semacam konspirasi, yang menyebut bahwa terpilihnya Pak Andika ke dunia politik tidak terlepas dari kepentingan klan Uchiha untuk mengendalikan Kyuubi.

Begitulah panggung politik, aneh dan sulit didefinisikan. Tudingan seperti itu jamak terjadi, bahkan dapat menjurus pada fitnah.

Bapak tidak perlu merasa khawatir. Masyarakat sudah mengetahui banyak rekam jejak Pak Andika, mulai prestasi musik sampai berapa kali Bapak sudah keluar-masuk penjara. Kami sudah hapal luar-dalam. Meskipun memang hal terakhir tadi sewaktu-waktu akan menjadi bumerang untuk karir politik Pak Andika dan citra Partai Demokrat.

Akhir kata, terima kasih Pak Andika. Terima kasih kepada Partai Demokrat. Kami telah menemukan jawaban atas pertanyaan, mengapa generasi muda sekarang sangat apatis dan alergi dengan politik. Kami dapat menerka seperti apa kapasitas, kapabilitas, serta kompetensi dari seorang kader Partai Demokrat. Hanya berharap pada keajaiban. Inqualifiable!