Cikini. Siapa warga Jakarta yang tidak kenal dengan kawasan ini? bahkan pendatang pun tidak asing dengan namanya. Sejak jaman Belanda, Cikini terkenal dengan kebun binatangnya yang dibuka pada tahun 1864. Selain itu, pembangunan di kawasan ini juga terus berkembang dengan munculnya fasilitas-fasilitas lain seperti pusat olahraga dan pusat pertunjukan seni. Rupanya jejak keistimewaan itu masih terbawa hingga kini, ketika Jakarta semakin ramai dengan berbagai persoalan dan kebutuhan.

trotoar-cikini

Terletak di Jakarta Pusat, Cikini padat dengan berbagai macam fasilitas umum. Taman Ismail Marzuki (TIM) menjadi salah satu ikon yang paling terkenal karena merangkum beberapa fungsi. Disana ada Planetarium, gedung bioskop, panggung seni, jajanan aneka rupa dan toko buku. Ketika sabtu malam datang, TIM akan terasa lebih ramai karena biasanya rutin diadakan pentas drama, tari atau seni lainnya.

Sementara tak jauh dari TIM, di sepanjang jalan Cikini Raya, kalian dapat menemukan bayak restoran, café atau jajanan kaki lima. Semua ada mulai yang mewah hingga murah meriah. Banyak kuliner yang dianggap ‘legendaris’ di sana seperti es krim Tjanang, Gado-gado Bonbin, Bubur ayam Cikini dan beberapa nama legendaris lainnya.

Deretan coffee shop juga sayang untuk dilewatkan. Suasana tenang dengan penerangan lampu kuning ditambah desain interior dan jendela kaca yang langsung menghadap jalan Cikini Raya membuat seduhan kopi beradu bersama suasana ramai namun tetap syahdu. Tak ketinggalan, hotel-hotel ternama juga ada di kawasan ini. Harga dan kualitas pun bervariasi sehingga para pendatang dapat menyesuaikan dengan keperluannya tanpa mengesampingkan letak hotel yang tetap strategis.

Cikini juga tidak jauh dari kawasan Menteng, nama yang sama populernya. Jalan umum di kedua kawasan ini didukung dengan berbagai macam transportasi umum. Mulai dari Transjakarta, Kopaja, Metromini dan Commuterline yang melintasi stasiun Cikini. Meski lengkap dengan fasilitas hiburan dan kuliner, Cikini juga menyimpan gedung-gedung perkantoran dan Bank. Jadi bila tidak sempat untuk plesir ke luar kota, nikmatilah Cikini dengan berjalan kaki dan akan lebih menyenangkan ketika cuaca sedang cerah. Selamat bernostalgia di padatnya Jakarta.